STRATEGI PERSONAL SELLING PT. YAKULT INDONESIA PERSADA NGORO-MOJOKERTO MELALUI YAKULT LADY

RIZKY ADINDA, PUTRI (2021) STRATEGI PERSONAL SELLING PT. YAKULT INDONESIA PERSADA NGORO-MOJOKERTO MELALUI YAKULT LADY. STRATEGI PERSONAL SELLING PT. YAKULT INDONESIA PERSADA NGORO-MOJOKERTO MELALUI YAKULT LADY.

[img] Text
laporan ki rizky adinda putri.docx

Download (4MB)
Official URL: https://www.binadarma.ac.id/

Abstract

1.1 Latar Belakang Kunjungan Industri Latar belakang diadakannya kunjungan industri ini agar Mahasiswa mengenal dunia kerja. Selain itu Mahasiswa dapat mengetahui lebih jauh tentang cara kerja, kedisiplinan, tata tertib kerja, mesin-mesin industri yang lebih memadai,dll. Mahasiswa juga diharapkan tidak menganggap kunjungan industri sebagai rekreasi, tapi menganggap kunjungan industri sebagai sarana belajar dengan cara mendatangi industri secara langsung, dan melihat urutan-urutan proses kerja di industri tersebut. Kunjungan industri dipilih untuk menambah pengalaman Mahasiswa tentang dunia kerja.Mahasiswa dituntut aktif untuk menggali informasi tentang kunjungan industri untuk memperoleh pengetahuan tentang dunia industri. Kunjungan industri dilakukan untuk memberikan gambaran kepada Mahasiswa dan proses produksi dibidang bisnis dan managemen. Mahasiswa juga harus mengetahui dan membandingkan proses produksi di dunia kerja dengan ilmu yang diperoleh Universitas. Mahasiswa diwajibkan membuat laporan atas informasi yang diperoleh selama kunjungan industri tentang perusahaan yang bersangkutan. Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Pertumbuhan penduduk yang terus berkembang ini belum diimbangi dengan pengetahuan yang baik sehingga membuat masyarakat tidak menyadari pentingnya menjaga pola hidup sehat. Kini pemerintah terus gencar melakukan sosialisasi hidup sehat, hal inilah yang kini dimanfaatkan oleh perusahaan minuman kesehatan untuk memasarkan produknya. Salah satunya dengan menggunakan strategi Direct Selling melalui Yakult Lady. Namun ini bukanlah hal mudah mengingat persaingan akan semakin tinggi antar perusahaan yang bergerak dibidang minuman kesehatan yang akan menawarkan produk dan jasa mereka. Setiap perusahaan memiliki cara untuk memasarkan produknya sehingga mereka sudah menentukan pasar yang sesuai dengan produk yang dijual. Nah meski ada embel-embel Lady-nya, jangan membayangkan para penjual minuman probiotik ini adalah sosok wanita muda, cantik, dan berpakaian seksi. Sebaliknya, para Yakult Lady justru didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga, wanita-wanita dari kelompok masyarakat pinggiran yang berpakaian sopan dan beradab. Seragam yang dikenakan Yakult Lady jauh dari kesan seksi yang menonjolkan daya tarik kewanitaan. Mereka diharuskan memakai celana panjang, dan bagi perempuan muslim disediakan kemeja lengan panjang serta diijinkan memakai jilbab. Mungkin ini tak lepas dari segmen pasar Yakult yang menyasar keluarga, bukan konsumen dari kelompok usia tertentu atau berdasarkan gender khusus. Yakult Lady adalah salah satu strategi Personal Selling yang dilakukan oleh PT. Yakult Indonesia Persada Ngoro-Mojokerto selaku produsen minuman Yakult. Selain itu, keberadaan Yakult lady juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memberdayakan kaum perempuan. Mereka bisa mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. "Selama ini, masyarakat memersepsikan CSR hanya penghijauan, pendidikan, atau kesehatan; padahal cakupannya sangat luas. Yakult Lady juga merupakan salah satu CSR. Sebab, kaum perempuan yang tadinya bukan siapa-siapa dan tidak memiliki penghasilan, kini bisa memiliki income untuk mencukupi kebutuhan keluarganya," Yakult Lady adalah contoh pemberdayaan kaum perempuan tanpa harus mengeksploitasi sisi feminin dan sensualitas mereka. Selama ini, masyarakat cenderung dan terlanjur menganggap tenaga penjual perempuan itu haruslah yang mempunyai wajah cantik dan bentuk fisik menarik. Persepsi ini dibentuk melalui penggambaran iklan-iklan yang hanya menonjolkan seksualitas wanita semata. Tak jarang pula ada anggapan miring bahwa tenaga penjual wanita kerap menggoda dan melancarkan jurus rayuan, apalagi bila segmen pasar yang dituju adalah kaum pria.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: KKL, UNIVERSITAS BINA DARMA, ILMU KOMUNIKASI
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
L Education > L Education (General)
Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Users 3 not found.
Date Deposited: 08 Jul 2021 07:01
Last Modified: 08 Jul 2021 07:01
URI: http://repository.binadarma.ac.id/id/eprint/1435

Actions (login required)

View Item View Item