PENGELOLAANOBJEKWISATADANAU RANAU SEBAGAI ASET DESA BANDING AGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN, SUMATERA SELATAN, PALEMBANG

TRI ASTUTI, FIKO MORO (2021) PENGELOLAANOBJEKWISATADANAU RANAU SEBAGAI ASET DESA BANDING AGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN, SUMATERA SELATAN, PALEMBANG. PENGELOLAANOBJEKWISATADANAU RANAU SEBAGAI ASET DESA BANDING AGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN, SUMATERA SELATAN, PALEMBANG.

[img] Text
pkl bener acc kaset.pdf

Download (1MB)
Official URL: https://www.binadarma.ac.id/

Abstract

1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 34 propinsi memiliki banyak potensi dan sumberdaya alam yang tersebar mulai dari Sabang hingga Merauke namun belum dikembangkan secara maksimal, termasuk didalamnya sektor pariwisata. Untuk lebih memantapkan pertumbuhan sektor pariwisata dalam rangka mendukung pencapaian sasaran pembangunan, perlu di upayakan pengembangan produk-produk yang mempunyai keterkaitan dengan sektor pariwisata.Pengembangan kepariwisataan berkaitan erat dengan pelestarian nilai-nilai kepribadian dan pengembangan budaya bangsa, dengan memanfaatkan seluruh potensi keindahan dan kekayaan alam Indonesia. Alasan utama pengembangan pariwisata pada suatu daerah tujuan wisata, baik wisata secara lokal, regional, atau ruang lingkup nasional pada suatu negara sangat erat kaitannya dengan pembangunan daerah atau negara tersebut, dengan kata lain pengembangan kepariwisataan pada suatu daerah tujuan wisata selalu akan diperhitungkan dengan keuntungan dan manfaat bagi rakyat banyak. Pembangunan di bidang kepariwisataan merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan negara. Sektor kepariwisataan akan disejajarkan kedudukannya dengan sektor lain dalam usaha meningkatkan pendapatan negara, maka kepariwisataan dapat disebut sektor industri pariwisata. Propinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu tujuan wisata di Indonesia, yang menawarkan berbagai macam daya tarik wisata baik itu alam, maupun budayanya. Pengembangan pariwisata saat ini menjadi salah satu sektor yang penting dalam meningkatkan dan taraf hidup masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya negara-negara yang maju dan berkembang melalui sektor pariwisata. Di Indonesia sektor pariwisata menjadi salah satu dari tiga penyumbang devisa terbesar selain minyak dan gas. Upaya pengembangan pariwisata sangatlah penting, artinya disamping dapat memperkenalkan budaya daerah juga banyak membawa kemajuan bagi 9 9 masyarakat dan daerah yang bersangkutan. Pengembangan pariwisata dengan sasaran wisatawan nusantara maupun mancanegara juga akan memacu lajunya pertumbuhan ekonomi daerah, karena pariwisata tidak berdiri sendiri. meningkatnya arus wisatawan yang datang ke Indonesia juga akan meningkatkan pendapatan Negara, khususnya daerah-daerah tujuan wisata. Disamping itu, tujuan lain adalah untuk memperkenalkan dan mengeksplorasikan keindahan alam serta budaya Indonesia, meningkatkan persaudaraan ataupun persahabatan Nasional dan Internasional. Desa memiliki banyak potensi yang dapat terus dikembangkan. Ada tiga potensi utama yang dimiliki desa pada umumnya. : sumber daya alam, hasil pertanian, potensi kearifan lokal dan budaya. Di mana ketiga potensi ini dapat menunjang pengembangan menjadi desa wisata. Sejak diberlakukannya UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (menyebutkan bahwa Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia). Terjadi pergerakan yang begitu massif yang dilakukan berbagai kalangan untuk membangkitkan potensi-potensi yang dimiliki desa. Pengembangan desa, sebagai salah satu kegiatan pembangunan, diupayakan dapat sejalan dengan konsep dan prinsip pembangunan berkelanjutan, dengan menerapkan diantaranya pengembangan pariwisata yang berorientasi jangka panjang dan keberlanjutan yang disesuaikan dengan karakter wilayah dan konteks sosial serta dinamika budaya. Tentu upaya ini dalam rangka memperkuat basis ekonomi guna mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Pariwisata merupakan industri jasa yang diyakini dapat mendorong perekonomian suatu daerah bahkan negara.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: PKL, UNIVERSITAS BINA DARMA, ILMU KOMUNIKASI
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
L Education > L Education (General)
Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Users 3 not found.
Date Deposited: 08 Jul 2021 07:01
Last Modified: 08 Jul 2021 07:01
URI: http://repository.binadarma.ac.id/id/eprint/1438

Actions (login required)

View Item View Item