POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA BINA DARMA DENGAN MASYARAKAT DESA KELAWA

Rexy leo, aditya (2021) POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA BINA DARMA DENGAN MASYARAKAT DESA KELAWA. LAPORAN KUNJUNGAN KERJA POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA BINA DARMA DENGAN MASYARAKAT DESA KELAWA.

[img] Text
REXY LEO ADITYA.pdf

Download (941kB)
Official URL: https://www.binadarma.ac.id/

Abstract

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi ini, pergaulan antarbangsa semakin ketat. Batas antarnegara hampir tidak ada artinya. Batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang. Dengan berkembangnya teknologi dan era globalisasi mendorong manusia untuk berinteraksi dengan orang lain di belahan dunia yang memiliki latar belakang budaya berbeda. Pada era ini, perkembangan globalisasi yang menempatkan ideologi multikultural semakin eksis. Istilah komunikasi (bahasa inggris; communication) mempunyai banyak arti. Asal katanya (etimologi), istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu communis, yang berarti sama (common). Dari kata communis berubah menjadi kata kerja kommunicare, yang berarti menyebarkan atau memberitahukan. Jadi menurut asal katanya, komunikasi berarti menyebarkan atau memberitahukan informasi kepada pihak lain guna mendapatkan pengertian yang sama (Daryanto, 2012: 3). Komunikasi menjadi kajian yang sangat penting di masyarakat multikultural ini, mengingat komunikasi diperlukan untuk menciptakan harmoni pada masyarakat multikultural saat berinteraksi satu sama lain. Manusia merupakan makhluk sosial yang berhubungan dengan manusia lainnya, oleh karena itulah komunikasi merupakan usaha yang dilakukan setiap individu untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat. Menurut Wilbur Schramm disebutkan 1 2 bahwa komunikasi dan masyarakat adalah dua kata kembar yang tidak dapat di pisahkan satu sama lainnya. Sebab, tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat akan terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat maka komunikasi tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi. Dengan berkomunikasi kepada orang lain, kita ternyata dapat memenuhi kebutuhan emosional dan intelektual kita. Kebutuhan emosional dan intelektual kita itu ternyata di peroleh pertama kali berasal dari keluarga, lalu dari orang-orang dekat seperti kerabat dan kawankawan, baru masyarakat umum termasuk di dalamnya adalah sekolah dan media massa seperti surat kabar dan televisi. Dan untuk mempertahankan kelangsungan hidup serta kebutuhannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, manusia melakukan komunikasi. Itulah sebabnya manusia berkomunikasi dan terjawab juga seberapa pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari (Effedy, 2003: 28).

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: LAPORAN KUNJUNGAN KERJA, PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI, FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI, UNIVERSITAS BINA DARMA
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
L Education > L Education (General)
Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences
Depositing User: Users 3 not found.
Date Deposited: 02 Aug 2021 01:48
Last Modified: 02 Aug 2021 01:48
URI: http://repository.binadarma.ac.id/id/eprint/1478

Actions (login required)

View Item View Item