ANALISIS CAMPURANASPALAC-WCPG76DENGANADDITIONAL FILLERABUBAMBUTERHADAPSTABILITASDANKEPADATAN ASPAL

Anggraini, Anggi (2025) ANALISIS CAMPURANASPALAC-WCPG76DENGANADDITIONAL FILLERABUBAMBUTERHADAPSTABILITASDANKEPADATAN ASPAL. Other thesis, UNIVERSITAS BINA DARMA.

[img] Text (BAB 0)
BAB0.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB 1)
BAB1.pdf

Download (558kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAPUS.pdf

Download (551kB)
[img] Text (FULLBAB SKRIPSI)
FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMP.pdf

Download (1MB)

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi yang sangat vital dalam menunjang mobilitas masyarakat serta perkembangan sosial dan ekonomi. Kualitas perkerasan jalan sangat dipengaruhi oleh material penyusunnya, terutama pada lapisan aus atau Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) yang langsung bersentuhan dengan beban lalu lintas. Salah satu komponen penting dalam campuran aspal adalah filler, yang berfungsi mengisi rongga antar agregat sehingga dapat meningkatkan stabilitas dan kepadatan. Pada umumnya filler yang digunakan berasal dari semen atau kapur, namun penggunaannya kurang ramah lingkungan dan memiliki biaya yang relatif tinggi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dengan memanfaatkan material alternatif, salah satunya abu bambu, yang merupakan limbah pembakaran bambu dengan kandungan silika cukup tinggi dan berfotensi sebagai filler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh abu bambu sebagai filler tambahan terhadap stabilitas dan kepadatan campuran aspal AC-WC dengan aspal PG 76. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan pengujian Marshall. Variasi penambahan abu bambu adalah 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dari berat total filler. Parameter yang diuji meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), dan bulk density. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu bambu memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik campuran. Penambahan abu bambu sebesar 0,5% hingga 1% mampu meningkatkan nilai stabilitas serta mempertahankan kepadatan campuran dalam batas spesifikasi. Namun, pada kadar 1,5% hingga 2% terjadi kecenderungan penurunan kinerja, baik pada stabilitas maupun kepadatan, sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan pada kadar tinggi. Dengan demikian, abu bambu dapat dijadikan sebagai filler alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis dengan kadar optimum sekitar 1%.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Aspal PG 76, AC-WC, Abu bambu, Stabilitas, Kepadatan, Marshall
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Civil Engineering and the Environment
Depositing User: Miss Marina Ina
Date Deposited: 09 Jun 2026 03:15
Last Modified: 09 Jun 2026 03:15
URI: http://repository.binadarma.ac.id/id/eprint/9500

Actions (login required)

View Item View Item